16 Agu 2011

Amarah nan sepi


Dinding tua berdebu 
semakin rapuh kian menakutkan
 
.. ... ....


Pada hari belenggu menuai hisabnya
nanar berpasang mata
larut disetiap harap, disetiap tanya

Sia memanggil, jenuh dalam do'a
gema menjawab dihela nafas 

Prasangka menyeruak banal
tiap sisi hati, diri. . 


gambar dari Google

Aku marah
menatap sahaja ujung cakrawala

Tak berkejap kata
Dibatas senja riak mata memandang

.... .. ... .... 


Amarah nan sepi

Aku takut, disudut dinding tua sepi


Miss U Brother.. . 


 

6 Agu 2011

Mencintai tanpa melukai


Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Menghilangkan sejenak cinta diri yang kian lama membuatmu sekarat!

Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Saat kau dapati dirimu dicintai oleh keping hati sederhana yang tak pernah lelah berdoa untukmu

Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Melupakan sejenak asal usul dirimu

Sebab, cinta adalah saat angin menggoda dedaun dan bebungaan; saat ia menerpa wajahmu dengan kelembutan
Ia tak kan pernah banyak kata dalam kehadirannya
Di mana pun, kapan pun, dan bagaimana pun caranya ia kan menyentuhmu serupa cahaya; tak terlihat namun terekam indera lainnya

Mengatupkan awan saat panas menyengat menjelangmu
Memberikan pakaian saat kau kedinginan
Memberikan makanan minuman saat kau lapar haus
Memberikan sandaran saat kau terkulai
Memberikan analogi khusus saat kau bingung tak mengerti tentang sebuah ilmu
Membuatmu tersenyum bahkan terbahak saat kau sedih
Membiarkan dirimu hidup menjadi seutuhnya dirimu; apa adanya dalam lingkar lengannya

Sanggupkah kau mengakuinya?
Jika ya...
Maka sekali lagi aku bertanya :
Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
 



Dapatkah kau mencintai tanpa melukai ?

Menurut saya, pada dasarnya cinta adalah saling keterkaitan diri dan jiwa pada sesuatu diluar dirinya sendiri, dimana dalam hal itu ada kebutuhan dan keinginan juga harapan yang mesti terpenuhi.
Pada banyak keadaan yang terjadi, cinta (kepada apapun) pasti menuntut pemenuhannya dan adakalanya dalam hidup kebutuhan juga keinginan itu tak dapat terpenuhi dan itu mungkin bisa saja menimbulkan luka. 

Maka sulit bagi saya mengatakan bila dapat mencintai tanpa melukai, entah sengaja atau tidak.

Karena luka adalah bagian hidup yang mesti kita terima, suka atau tidak suka tanpa kita bisa menolak atau menunda datangnya hal itu.

Cuma ada yang mesti ditegaskan disini.
Luka itu datang untuk menguatkan kita dari waktu ke waktu, ada proses pembelajaran dari situ agar kita lebih peka dan lebih bisa menyiasati keadaan hidup agar luka itu tak datang lagi dan bilamana ia datang kita bisa mengahadapinya tanpa perlu meratap dan terlalu bersedih.



Tulisan ini ikut sertakan dalam give away Mencintai Tanpa Melukai, di blognya Mbak Diana.
 
 
 

5 Agu 2011

hujan ini pilu

Aku menatap pilu hujan sore ini
pada temaram yang tak sepi dibaris jalan sepulang kerja

Rinainya menggores pedih, saat banyak tetes tercurah
basah menyisakan tanya, 
dalam hati.. . Ini hujan milik siapa ? 


Kisah terjadi sendiri, begitu saja aku melihatnya
pada halte peneduh jalan 


 Image from google


Berbaris cemas menunggu reda
terpapar sinar merkuri tangis bayi melambat sepi
letih termakan dingin
gerobak yang basah tak menyisakan tempat 

Berbalut ringkih sebelah lengan
cemas mata tak rela, nanti malam tidur dimana ?

Lalu bis kota dan deru lain memacu resah tiada lelah
seolah mengejek berserapah
membawa berpasang pasang mata pada tujuannya