Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Menghilangkan sejenak cinta diri yang kian lama membuatmu sekarat!
Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Saat kau dapati dirimu dicintai oleh keping hati sederhana yang tak pernah lelah berdoa untukmu
Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Melupakan sejenak asal usul dirimu
Sebab, cinta adalah saat angin menggoda dedaun dan bebungaan; saat ia menerpa wajahmu dengan kelembutan
Ia tak kan pernah banyak kata dalam kehadirannya
Di mana pun, kapan pun, dan bagaimana pun caranya ia kan menyentuhmu serupa cahaya; tak terlihat namun terekam indera lainnya
Mengatupkan awan saat panas menyengat menjelangmu
Memberikan pakaian saat kau kedinginan
Memberikan makanan minuman saat kau lapar haus
Memberikan sandaran saat kau terkulai
Memberikan analogi khusus saat kau bingung tak mengerti tentang sebuah ilmu
Membuatmu tersenyum bahkan terbahak saat kau sedih
Membiarkan dirimu hidup menjadi seutuhnya dirimu; apa adanya dalam lingkar lengannya
Sanggupkah kau mengakuinya?
Jika ya...
Maka sekali lagi aku bertanya :
Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Dapatkah kau mencintai tanpa melukai ?
Menurut saya, pada dasarnya cinta adalah saling keterkaitan diri dan jiwa pada sesuatu diluar dirinya sendiri, dimana dalam hal itu ada kebutuhan dan keinginan juga harapan yang mesti terpenuhi.
Pada banyak keadaan yang terjadi, cinta (kepada apapun) pasti menuntut pemenuhannya dan adakalanya dalam hidup kebutuhan juga keinginan itu tak dapat terpenuhi dan itu mungkin bisa saja menimbulkan luka.
Maka sulit bagi saya mengatakan bila dapat mencintai tanpa melukai, entah sengaja atau tidak.
Karena luka adalah bagian hidup yang mesti kita terima, suka atau tidak suka tanpa kita bisa menolak atau menunda datangnya hal itu.
Cuma ada yang mesti ditegaskan disini.
Luka itu datang untuk menguatkan kita dari waktu ke waktu, ada proses pembelajaran dari situ agar kita lebih peka dan lebih bisa menyiasati keadaan hidup agar luka itu tak datang lagi dan bilamana ia datang kita bisa mengahadapinya tanpa perlu meratap dan terlalu bersedih.
Tulisan ini ikut sertakan dalam give away Mencintai Tanpa Melukai, di blognya Mbak Diana.