30 Jun 2010

Sua kita

Kulihat lagi pesona cerah kelopak mata, saat perlahan kumatikan mesin motor
dimuka rumahmu
sore itu pukul empat lima belas

Senyum mengembang  menyambut hadirku, menambah elok parasmu. Seelok melati yang dulu kita tanam dihalaman
(senang melihat pohon itu tumbuh besar dan berbunga, rupanya kau merawatnya
dengan baik dan penuh cinta kasih)

Tergesa.. . Membimbing tanganku masuk, kabarkan hadirku pada ibu dan adikmu           
dan seperti biasa secangkir teh hangat kau hidangkan
"minumlah, kubuat ini dengan sepenuh hati. Lepaskan dahaga dahulu" ucapmu sambil kau merapikan  jaket yang kuletakkan dikursi

Menatapmu lagi, ada sebentuk senyum yang kudapati pada wajah yang terbungkus kerudung hitam
manis dan hangat seperti teh buatanmu, sungguh aku sangat menyukainya

Kembali mendengar cakapmu disudut ruang depan rumah
ceritakan tentang melati dihalaman yang mulai berbunga
ceritakan ibu yang menanyakanku
ceritakan lagi malam malam sepi yang selalu kau obati dalam sujud rukukmu

"Kerinduan yang membuncah kadang tak membuat indah bias purnama dihalaman" katamu
(kadang akupun merasakan hal yang sama sayangku
hanya sebagai lelaki aku mencoba untuk tak mengatakan itu)
Entah mengapa.. .

Kau ceritakan juga doa doa yang kau panjatkan

Semoga rasa cinta ini mengarah kepada semua kebaikanMu
Juga kumohon cintailah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu
agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu. 
Begitu kau pinta diakhir waktu shalatmu.. .
(Kurenungkan kalimat itu seraya mengamini ucapanmu, mengamini  doa doamu)

Senang mendengarnya, karena itu semakin membuatku menghargaimu. Semoga rasa cinta ini semakin menguatkan keberanian kita  dalam menjalani hidup dibawah bayangan Nya

Karena aku mencintaimu seperti mencintai hidup

4 someone my phone today, when can we meet 
At 00. 00

26 Jun 2010

Teman chating

Teman gw pernah bilang gini.. .
"masa gw bisa ngerasain suka bahkan seperti perasaan cinta kepada seseorang hanya karena gw suka chatingan ma dia"
Sementara dia tau sosoknya hanya dari poto di Fb yang kadang bisa diolah sedemikian rupa biar keliatan lebih kece, ha ha..

Memang kalo gw perhatiin dia suka banget chatingan pada jam jam tertentu (sepertinya dia sudah tau jam OL teman mayanya ntu) asik banget sepertinya dia kalo lagi chat, kadang ketawa dan nyengir sendiri.
Jadi aneh gw ngeliatnya.
jangan jangan.. .??  Ha ha ha.. Tapi gak mungkin lah.

Pernah juga gw tanya "kenapa gak coba ketemuan aj ? Dia bilang "belum mau teman mayanya ntu diajak kop dar" Katanya untuk sekarang lebih baik begini aj dulu, lagian juga kalo ketemuan bingung terusnya mau ngapain.
Aduuuh, ada ada aj. Kok bisa gitu yak ?

Kadang juga gw lihat dari raut wajahnya, dia seperti kecewa kalo teman mayanya gak OL. Udah malas aj dah dia Fb an terus langsung dishutdown tuh kompie. Keluar dia dari warnet yang sumpek untuk ngerokok (mungkin buat ngilangin gundahnya kali)

Tapi itu gak lama.. .

Gak sampe lima menit dia nyalain lagi tuh kompie, mulai Fb an lagi. Kali aj teman mayanya dah OL, tunggu sampai setengah jam gak ada dimatiin lagi tuh kompie.

Haduuh, ko bisa nyampe segitunya si sob ?

"Ya udah besok besok kalo chatingan lagi minta nomer Hpnya aj" gw bilang.. "Iya sih, cuma belum dikasih nanti kalo OL lagi gw minta deh mudah mudahan dikasih" katanya gitu

Ok deh sob.. .
Mudah mudahan Loe dikasih nomer Hp, terus bisa kopdar dan Loe bisa jadian ma dia.
Tapi dalam hati gw membatin, mudah mudahan teman mayanya ntu bukan cewek manipulasi poto alias cowok. Soalnya sekarang banyak di Fb kaya gitu.

Bisa tambah gundah gulana dia, masa jeruk makan jeruk.
Ntar dia bilang gini lagi "mangnya eike maho" Wkwkwkk.. .

24 Jun 2010

Puisi Soe Hok Gie..

Mandalawangi-Pangrango

Senja ini, ketika matahari turun ke dalam jurang-jurang mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu dalam sepimu dan dalam dinginmu
 

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku
 

Aku cinta padamu, pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
 

Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti mandalawangi kau datang kembali 
dan bicara padaku tentang kehampaan semua 

"Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya tanpa kita mengerti,
tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah"
 

Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
 

Melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu
aku cinta padamu pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Selasa 19-7-1966

Puisi Soe Hok Gie...

Sebuah Tanya

Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.

Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku.


(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mandalawangi.
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu
ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra,
lebih dekat.

(lampu-lampu berkedipan di Jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tau dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

Apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

(haripun menjadi malam kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang tidak kita mengerti
seperti kabut pagi itu)

Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan
dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru.

Soe Hok Gie
Selasa, 1 April 1969

18 Jun 2010

Saksi

Semburat jingga remang malam
semoga cukup jadi saksi

















Bila kebisuan ini tak terjawab
dalam pertanyaan diri
Ku mohon kau mengerti aku










4 Jun 2010

Perempuan yang berkulit hitam

Perempuan yang berkulit hitam
hadir dalam mimpiku
tak ada cakap  terucap
tersenyum tidak bersedih tidak

















diam membisu
hanya menatapku
.  ..

Melihat langit begitu cerah, tiada segumpal awan pun yang menghalangi penampakkannya. Putih kebiruan bahkan hampir terlihat bening bagai air dilautan, sepertinya aku bisa merasakan raga melayang menembus batas pandangku. Membuatku semakin terpesona mengalaminya.
Semakin indah kurasakan khayalku, mengarungi langit lepas tak bertepi, menari dan bernyanyi sesuka hati. Aku berlari menembus dimensi waktu, tak ada lagi siang  juga tak ada malam. Menikmati semuanya aku hanya menari dan bernyanyi sesuka hati.

Aku berlari melewati dimensi waktu, tak ada lagi siang, tak ada malam juga tak ada mimpi tentang perempuan berkulit hitam yang selalu hadir seperti menghantui.
Aku menatap diriku lewat bayangan yang berlari menari dan bernyanyi di dinding langit, aku merasakan senyum yang telah lama hilang pada bayangku, jauh lebih indah kulihat sepertinya.


Sejenak kutepikan semua gerakku bukan karena lelah sebabnya, sepertinya aku melihat bayang lain  menyertai.

Aku tak sendiri rupanya. Ada sosok berbayang lain yang mengikutiku, bayangnya hitam pekat melebihi hitam bayanganku. Ku tolehkan wajah memandangnya, kembali wajah yang sama dalam mimpiku. Hadir persis dibelakangku, aku tak tahu sudah berapa lama dia bersamaku dan entah kenapa bayangnya melebihi hitam bayangku. Sungguh aku tak dapat menyadarinya.

Tak ada cakap yang bisa terucap, ia hanya menatapku saja.
Entah kenapa ia tak mau bercakap denganku dan entah kenapa pula ia bisa hadir disini didalam khayalku.

Kembali aku berlari, menari dan bernyanyi, tersenyum kulihat bayangku di dinding langit  tapi tak kulihat ia tersenyum di tempat seindah ini.
Aku masih bersama perempuan berkulit hitam seperti mimpi mimpi malamku. Entah sampai kapan ia hadir dan mau bercakap denganku, sungguh sulit sepertinya. Karena didalam khayalpun tidak.