6 Agt 2011

Mencintai tanpa melukai


Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Menghilangkan sejenak cinta diri yang kian lama membuatmu sekarat!

Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Saat kau dapati dirimu dicintai oleh keping hati sederhana yang tak pernah lelah berdoa untukmu

Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Melupakan sejenak asal usul dirimu

Sebab, cinta adalah saat angin menggoda dedaun dan bebungaan; saat ia menerpa wajahmu dengan kelembutan
Ia tak kan pernah banyak kata dalam kehadirannya
Di mana pun, kapan pun, dan bagaimana pun caranya ia kan menyentuhmu serupa cahaya; tak terlihat namun terekam indera lainnya

Mengatupkan awan saat panas menyengat menjelangmu
Memberikan pakaian saat kau kedinginan
Memberikan makanan minuman saat kau lapar haus
Memberikan sandaran saat kau terkulai
Memberikan analogi khusus saat kau bingung tak mengerti tentang sebuah ilmu
Membuatmu tersenyum bahkan terbahak saat kau sedih
Membiarkan dirimu hidup menjadi seutuhnya dirimu; apa adanya dalam lingkar lengannya

Sanggupkah kau mengakuinya?
Jika ya...
Maka sekali lagi aku bertanya :
Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
 



Dapatkah kau mencintai tanpa melukai ?

Menurut saya, pada dasarnya cinta adalah saling keterkaitan diri dan jiwa pada sesuatu diluar dirinya sendiri, dimana dalam hal itu ada kebutuhan dan keinginan juga harapan yang mesti terpenuhi.
Pada banyak keadaan yang terjadi, cinta (kepada apapun) pasti menuntut pemenuhannya dan adakalanya dalam hidup kebutuhan juga keinginan itu tak dapat terpenuhi dan itu mungkin bisa saja menimbulkan luka. 

Maka sulit bagi saya mengatakan bila dapat mencintai tanpa melukai, entah sengaja atau tidak.

Karena luka adalah bagian hidup yang mesti kita terima, suka atau tidak suka tanpa kita bisa menolak atau menunda datangnya hal itu.

Cuma ada yang mesti ditegaskan disini.
Luka itu datang untuk menguatkan kita dari waktu ke waktu, ada proses pembelajaran dari situ agar kita lebih peka dan lebih bisa menyiasati keadaan hidup agar luka itu tak datang lagi dan bilamana ia datang kita bisa mengahadapinya tanpa perlu meratap dan terlalu bersedih.



Tulisan ini ikut sertakan dalam give away Mencintai Tanpa Melukai, di blognya Mbak Diana.
 
 
 

30 komentar:

Lidya mengatakan...

namanya hidup pasti ada suka dan duka. Ada asam ,manis, pahit oops kaya premen nano-nano ya

Masbro mengatakan...

Wah, Bang Mood bicara tentang cinta dan luka. Mantab. Semoga saja juara ya Kang. Amiiin..

bundadontworry mengatakan...

intinya dlm mencintai pun kita bisa terluka atau bahkan melukai ya Mood
namun, itulah cinta ...
bisa berwujud keindahan dibalik tetes airmata

Semoga beruntung diacara ini ya Mood
salam

windflowers mengatakan...

jadi, cinta dan luka tak terpisahkan sebagai suatu pembelajaran di masa depan..

terimakasih sudah berpartisipasi :)

yustha tt mengatakan...

sukak!
kushare di FB ya Bang...
hehehe...

chasper ukira shinobi mengatakan...

we mulai post kata-kata puitis neh..
maju terus dah

pri crimbun mengatakan...

moga menang ya pak... heheh

alamendah mengatakan...

Mantab habis penafsiran tentang cintanya kali ini. Jadi bikin merinding...

Belajar Photoshop mengatakan...

cinta itu hanya

Mbah Jiwo mengatakan...

He he he sweet semuanya...

Nitip lapak jualan ya mas:
http://lesprivatmalang.net
http://gurubisnisonline.com
http://jualrumahdimalang.com

isnuansa mengatakan...

Nggak papa, Mas kegores dikit, asal jangan sampe babak belur aja lukanya, hehehe...

baju tanah abang mengatakan...

didalam hidup hanya ada suka dan duka ..kedua hal tersebut susah untuk dipisahkan..kita hanya bisa berusaha menjadi yang lebuih baik...kaerna mencintai slalu beririrngan dgn kata melukai...

attayaya-taman mengatakan...

yihaaaa
semoga menang ya
ayo semangaat

ysalma mengatakan...

menurut saya saat ini, cinta itu menyejukkan, tidak melukai,
tetapi keinginan untuk menguasai yang dicintai itu yang menyebabkan luka, tapi harus tetap menutup dan sembuh :)

♥chika_rei♥ mengatakan...

setuju ^^
dalam cinta ada luka
namun hanya bagaimana cara kita saja untuk secepatnya memulihkan luka itu :)

semoga menang^^

SHUDAI AJLANI (dot) COM mengatakan...

Oh ini kontes toh ya..
Good luck ya sob B)

Ocky Fajzar mengatakan...

"Luka itu datang untuk menguatkan kita dari waktu ke waktu, ada proses pembelajaran dari situ agar kita lebih peka dan lebih bisa menyiasati keadaan hidup agar luka itu tak datang lagi dan bilamana ia datang kita bisa mengahadapinya tanpa perlu meratap dan terlalu bersedih." setuju hehehe

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kdg mencintai bisa melukai.

TUKANG CoLoNG mengatakan...

ingin deh mencintai tanpa melukai *mendadak galau

moga menang ya mas

willyo mengatakan...

datang berkunjung dan membaca karya2 sobat yg semakin eksis... maafkan sobat mu ini oleh sebab lama tak berkunjung disini.

willyo mengatakan...

datang berkunjung dan membaca karya2 sobat yg semakin eksis... maafkan sobat mu ini oleh sebab lama tak berkunjung disini.

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
ehm bagus sekali sekilas terlintas nama mbak Diana hehehehe
semoga sukses ya mas,salam dari saya Dhana di Cina
ups dah saya follow juga

@zizydmk mengatakan...

Hmm.. kalau sudah mencinta, pasti memang akan merasakan luka. Sudah resiko....
Jadi saya sih menikmati sajalah hehee..

attayaya-cerpen mengatakan...

ada cinta dalam luka
ada luka dalam cinta
semoga tidak saling melukai

Djangan Pakies mengatakan...

dua hal yang memberikan warna hidup Kang, karena keduanya memberikan bekas yang terpatri dalam perjalanannya yang tentu saling menguatkan dalam menentukan pijakan yang tepat.

TOP 1 Oli Sintetik Mobil-Motor Indonesia mengatakan...

Cinta deritanya memang tiada akhir

Ciput Mardianto mengatakan...

Bait yang terakhir masuk, terkadang luka itu akan menjadi pelajaran buat kita, untuk tetap tegar dan fight

ario saja mengatakan...

puitis banget oeeyyy

wahyu nurudin mengatakan...

aku ingin mencintaimu tanpa kata-kata. dengan kata-kata. tapi bisakah aku melamarmu tanpa bicara?

Sugeng mengatakan...

Sukses dengan tema mencintai tanpa melukai mas, dan semoga sukses dengan kontesnya ;)

Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan