16 Jul 2010

Buram . .

Dimana kutemui binar mata itu ?
.. .
Pijarmu redup
hati tak lagi bercahaya
tiada sedikit asa
gelisah dikesendirian hari

Mentari tak mencumbu dibias wajah
Kutau saat menatapmu lagi pagi tadi

... ..  .... ...


Waktu yang menciptakan hari
menjadikannya siang malam
pada bilangan bulan dan tahun

Tidak membawa dirimu
Pun menyertakan dirimu

Musim yang senantiasa berubah
yang kau tau
yang kau rasa
hanya berupa angin membisik sepi
lirih dan pedih

.. . ... ....         .. ... ....


Ini tragedimu kawan
menempatkan pilihan disimpang jalan
pada kenyataan hidup dijalani
tak kau kira
tak menyangka
terbelenggu hari dikubangan candunya

.. .

 
Berapa kumpulan harap
saat mencoba bangkit

Berapa kumpulan doa dipanjatkan
saat jatuh.. .
terjatuh lagi... ..

... ..


Sakit kawan
kulihat dari matamu
letih melawan semua rasa
terhempas dalam keruh kehidupan

10 komentar:

munir ardi mengatakan...

semoga kita akan mendapati hari yang lebih indah di masa yang akan datang

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

semoga kawannya segera menemukan cahaya lagi ya.

Mood mengatakan...

Munir: Saya harap pun begitu, yg lalu biarlah berlalu.
Fan: Amien..

jabon mengatakan...

kelak ada saatnya untuk nikmati yang kita perjuangkan...

TUKANG CoLoNG mengatakan...

semoga komenku bisa mencerahkan. :D

Mood mengatakan...

Jabon: betul sobat
Mady: Sangat mencerahkan sekali, thanks comenntnya..

munir ardi mengatakan...

mampir lagi menikmati tulisan hebat anda

brian mengatakan...

tulisan-tulisannya mantap mau berguru ah, salam dari seorang newbie

blogger bumi lasinrang mengatakan...

salam kenal semoga kita bisa menjalin persahabatan

alamendah mengatakan...

keknya hari ini hari ang cerah buat saya, kok