7 Jun 2011

Hampir pagi ini, sudah habis uang pada ide buruk menghabiskan malam. Mengencani mu, pak tua.. .

.. ... ....

Direguk terakhir hitam air api, gelas kelima
ada yang kurang membunuh sadarku

Resah ini belum jua reda
masih saja terhembus keras asap kretek dari rongga mulutku
entah jadi apa dilangit sana
seperti ia menyesaki rongga paruku, aku sudah tak peduli

Malam yang beranjak naik tak memberi ruang pada cahaya disemestanya
entah dimana bulan, bintang tiada

Sinar merkuri terpapar menyilaukan
ingin rasanya hancurkan saja lampu jalan itu
karena ia tak elok menghiasi malam, seperti katamu dulu


.. ... .... ......... .. ... ....         .. ... .... ........

Botol kedua bergambar orang tua menyisa segelas
tawarkan lagi pelepas resah penghantar adzan subuh ini hari
kretek yang mengepul tersisa satu dibungkusnya
cepat sekali rokok mengabu pada bungkus kedua ini.

"Mulut yang sengir membisik pelan, bisakah ku hutang gelas terakhir ini ?
resahku rasanya belum juga berakhir"


.. ... ....

Angin yang berhembus sudah tak lagi sunyi
Jalan sepi mulai diisi deru tergesa dan aku baru mau menutup hari ini


Entah kenapa aku merasa benci pada saat saat yang tergesa, namun kau disana menunggu hitungan hari dan berharap waktu tergesa berputar.. .



22 komentar:

niQue mengatakan...

emang klo tergesa2 malah suka bikin panik ya :D

alamendah mengatakan...

Rindu yang menguasai membuat tergesa menjadi nikmat.

Mama Calvin mengatakan...

slow aja mas jangan terlalu tergesa-gesa nanti ada yang telewat

Lozz Akbar mengatakan...

alon..alon sing penting kelakon.. dan satu lagi tentunya jagan sampai betindak karena pengaruh dari petuah Orang Tua hahaha

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

Wah puisinya bagus banget bang,,,,,,,,,,, pelan pelan saja bang......:)

pecidasase mengatakan...

Penuh Kata2 Yang Mempunyai arti tersembunyi... Namun seperti nya Seseorang yang Sedang Meneguk minuman berharap ia bisa melupakan masalah..di temani dengan rokok kretek.. sepertinya sedang berada di bar atau tempat2 yg menyediakan minuman seperti itu..


Saya follow blog mas... jikalau berkenan, silakan di follow back :)

Fonega mengatakan...

bahasanya, suka. pengen belajar juga ah

@zizydmk mengatakan...

Saya tak suka terburu2... dadak2an itu bikin sakit perut :D.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

makin keren aja nih prosanya. eh prosa apa puisi ya? hmm...

smp 3 lembang mengatakan...

soal merangkai kata anda memang jagonya , btw haruskah setiap kegelisahan itu ditemani oleh senyuman genit sang orang tua?

TUKANG CoLoNG mengatakan...

menggunakan judul yg panjang. varian baru. jadi lebih fresh broo

Nyach MMS mengatakan...

mengernyit dahiku setiap memahami makna kata, maklum bukan orang bahasa tetapi hanya pemakai bahasa

ysalma mengatakan...

berkencan ya di siapkan waktunya,
jangan terburu-buru :)

Gaphe mengatakan...

aah jempol deh buat om Mood.. pandai ngerangkai kata..

edisi galau nggak sih ini?

kayaknya koq hopeless banget..

semangkaa!!

bundadontworry mengatakan...

cuma bisa mengagumi tulisanmu,Mood
merangkai kata menjadi sebuah kalimat yg indah dan berarti ,kan gak gampang, tapi Mood selalu bisa menampilkan yg terbaik .
salam

pecidasase mengatakan...

Berkunjung kembali.... telah memfollow mas..jika berkenan. silakan follow back :)

Deny Gnasher mengatakan...

Speechless kalo masalah puisinya mas Good.

julie mengatakan...

mas mood jangan banyak2 minum yang gambar orang tua
mending yang gambar miki mouse :p

dmilano mengatakan...

Saleum,
sempat terhanyut saya dalam bait kata katamu sob, semoga keresahan itu terjawab seiring waktu yang menghampiri kita detik demi detik,,,
saleum dmilano

Batu mengatakan...

'kau' yg di kalimat terakhir itu, istrinya yg lagi nunggu ya?

mantab, pemilihan kata2nya bagus..

sawali tuhusetya mengatakan...

lirik yang indah, meski terbalut suasana tragis di dalamnya. lembut dan eksotis. salam kreatif.

Ceritaeka mengatakan...

Sukaaaaaa
kamu selalu pinter membungkus kata2 ya mas'e ;)