11 Feb 2011

B u r a m.. .

Dimana kutemui binar mata itu..?
 .. ... ....

Pijarmu redup
hati tak lagi bercahaya
sedikit asa, gelisah dikesendirian hari

Mentari tak mencumbu dibias wajah
Kutau saat menatapmu lagi pagi tadi
 
Waktu yang menciptakan hari
menjadikannya siang malam pada bilangan bulan dan tahun

Tidak membawa, pun menyertakan dirimu

Musim yang senantiasa berubah
yang kau tau, kau rasa berupa angin membisik sepi
lirih dan pedih
.. . ... ....         .. ... ....

Ini tragedimu kawan

Menempatkan pilihan disimpang jalan
pada kenyataan hidup dijalani
tak kau kira
terbelenggu hari dikubangan candunya
 
Berapa kumpulan harap saat mencoba bangkit
berapa kumpulan doa dipanjatkan

Saat jatuh.. . Terjatuh lagi... ..
. .. ......... .. .

Sakit. . kawan.. .

Kulihat dari matamu

Letih melawan semua rasa, terhempas dalam keruh kehidupan


Tetaplah semangat kawan.. .
Sebab luka bukan hanya sekali dan hidup bukan hanya disini.

35 komentar:

Akmal Fahrurizal mengatakan...

Dalem banget..

Lidya mengatakan...

walaupun jatuh bangun harus tetap semangat

Imtikhan mengatakan...

salam persahabatan
puisi yang bagus kawan
izin follow ya

Tip Trik Facebook mengatakan...

bahasanya bagus sob

nuances pen mengatakan...

Mengharukan, ayo bangkit! selama kita berusaha kesuksesan pasti datang! Semangat!

aura keyboard mengatakan...

Puisinya bagus!

Debby mengatakan...

yang jadi kawan. sudahlah pasti BAHAGIA mendapat semangat dari sahablog ^^

salam kenal ^^

attayaya_puisi mengatakan...

life is full of struggle
ayo semangaaaaaaaat

ana mengatakan...

dia diam.
rona pipinya hilang.
cahaya dari matanya tenggelam.
ketika
punggung nun jauh itu
tak berbalik padanya.

salam hari Jumat ^^

gayahidup mengatakan...

dan setiap luka selalu ada harganya ya Mood.
karena hidup yg kita jalani ini sebenarnya hanya berupa proses ......
salam

julie mengatakan...

kalimat terakhirnya kereeeen :D

Lisna Lina "Lily" Simangunsong mengatakan...

ya, akan ada luka2 berikutnya, semakin banyak luka, semakin kita menyadari betapa hidup kita penuh dengan kasih karunia.... :D

Ferdinand mengatakan...

Malem Sob... Aku datang hhe.. Maaf sebelumnya telat...

Yupz setuju, luka gak cuma datang sekali tapi berkali2, cuma kadang kita yg menganggap ada luka terparah yg gak bisa ilang sama sekali... aku suka kata2 dipuisi yg bawah Sob... :P

Semangat n sukses slalu :P

pri crimbun mengatakan...

ya... tetaplah semangat kawan... andaipun beban teramat berat

Blog Tutorial Blogger mengatakan...

berkunjung pagi kawan

All In One mengatakan...

bahasa yang bagus gan

Desy mengatakan...

kunjungan perdana
salam kenal n sekalian izin follow
jika berkenan follow balik ya
terima kasih

joe mengatakan...

wah puisi yang dalem banget, sepertinya sedang gundah ya

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tetap semangat..
btw, ternyata namanya Mood bukan moody.aku tulis di daftar link, Moody. wah, mesti diperbaiki nih

primeedges mengatakan...

jujur...kali ini saya agak gak ngerti... terlalu tinggi kayanya puisi ini...

Yang pasti, mas mood, jgn sedih.. wkakakkakka *simple tapi kena kan???

chikarei mengatakan...

hidup memang tak hanya disni
akan ada kehidupan yang kekal selanjutnya^^

chika suka banget puisi2 disini

ais ariani mengatakan...

Sebab luka bukan hanya sekali dan hidup bukan hanya disini.

nah ituuu itu bagian yang mas mood banget dah...

ais ariani mengatakan...

Sebab luka bukan hanya sekali dan hidup bukan hanya disini.

nah ituuu itu bagian yang mas mood banget dah...

gotaufik mengatakan...

dan masih saja saya terlalu susah memahami puisi. tapi saya suka dengan puisi, dan saya bangga dengan orang yang bisa membuat puisi *iri*. :-)

catatan kecilku mengatakan...

Apakah kini mata itu telah kehilangan binarnya? Terbawa pergi oleh semangat yg menguap entah kemana?

the others.... mengatakan...

Menentukan pilihan memang tak mudah... apalagi jika dalam posisi dan kondisi yg juga tak mudah...

TUKANG CoLoNG mengatakan...

dan luka itu tercipta karena sudah ada obatnya.. :D

Erwin mengatakan...

tulisannya bagus...^_^

Masbro mengatakan...

Pada saat kita terluka, pilihannya hanya ada dua. Meratapi luka atau mencoba bangkit dan kembali bernyanyi. Memilih meratapi luka tidak akan membuat segalanya berubah menjadi lebih baik. Mencoba bangkit, setidaknya bisa menciptakan cahaya kecil di ujung lorong yang gelap. Bangkit atau meratap, butuh diputuskan, karena waktu terus berjalan.
Selamat dini hari Bang, saya lagi ronda nih, hehe...

bisnis gula merah mengatakan...

selamat pagi bos. Salam kenal ya.
btw puisinya bagus banget :)
btw tukeran link yuk
oh ya link ane -> http://www.gulamerah.net
kalo berkenan comment balik ya :)
ditunggu kabar baiknya ya :)
thanks

attayaya-bahasa mengatakan...

hidup bagaikan PLN byar pet
sekali nyala buram
sekali nyala terang

archer mengatakan...

heu asik banget puisinya

SHUDAI AJLANI (dot) COM mengatakan...

bahasanya keren banget sob, tetap semangat yaaa

Sugeng mengatakan...

Membaca secara mendalam ditemani secangkir kopi hangat sore hari. Hm ..... jadi berpikir kemana-mana nih :(

Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Anonim mengatakan...

mengapa tidak:)